Siswa MIN 19 Aceh Timur Laksanakan Karya Wisata Edukatif ke Situs Bersejarah Kecamatan Peureulak Barat

Peureulak Barat, 25 Juli 2026 – Dalam rangka menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna, peserta didik Kelas V C MIN 19 Aceh Timur melaksanakan kegiatan Karya Wisata Edukatif dengan mengunjungi dua situs bersejarah di Kecamatan Peureulak Barat, yaitu Meriam Lada Sicupak di Desa Blang Balok dan Kubu Aneuk Lhee di Desa Paya Gajah.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik tentang sejarah lokal, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya daerah. Melalui observasi lapangan, wawancara, dan pengisian lembar kerja peserta didik (LKPD), siswa diajak mengenal lebih dekat nilai-nilai sejarah yang ada di lingkungan sekitar mereka.

Sebelum keberangkatan, kegiatan secara resmi dilepas oleh Koordinator Kurikulum MIN 19 Aceh Timur, Muhammad Zakir, S.Pd. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga perlu menghadirkan pengalaman nyata agar peserta didik mampu memahami materi secara lebih mendalam sekaligus menumbuhkan karakter positif.

Selama kegiatan berlangsung, peserta didik didampingi oleh Rahmad Rezeki Nasution, S.Pd.I, Suriana, S.Pd., Jamilah, A.Ma., Ainol Mardhiah, M.Pd., dan Muhammad Habiel, S.Kom. Para pendamping membimbing siswa dalam melakukan pengamatan, menggali informasi dari narasumber, mencatat hasil observasi, serta menyusun kesimpulan berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan.

Di lokasi pertama, Meriam Lada Sicupak di Desa Blang Balok, peserta didik mempelajari sejarah peninggalan meriam yang menjadi salah satu bukti perjalanan sejarah kawasan Peureulak. Siswa tampak antusias mengamati langsung objek bersejarah, membaca informasi yang tersedia, serta mendokumentasikan hasil pengamatan sebagai bahan pembelajaran.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kubu Aneuk Lhee di Desa Paya Gajah. Di lokasi ini, peserta didik memperoleh penjelasan mengenai sejarah dan nilai penting situs tersebut bagi masyarakat setempat. Kegiatan observasi dan diskusi semakin memperkaya wawasan siswa tentang sejarah daerah sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah sebagai identitas bangsa.

Melalui kegiatan karya wisata ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, bekerja sama, berkomunikasi, serta menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap warisan budaya.

Kepala MIN 19 Aceh Timur memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini dan berharap pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di madrasah. Kegiatan ini juga menjadi wujud implementasi pembelajaran kontekstual yang mendukung Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), pembentukan karakter peserta didik, serta pelestarian sejarah dan budaya lokal.

“Mengenal Sejarah, Mencintai Bangsa, Melestarikan Warisan Budaya.” (Rz)

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *