Sosialisasi Anti-Bullying MIN 19 Aceh Timur: Wujudkan Madrasah Aman dan Nyaman

Beusa Seberang, MIN 19 Aceh Timur 10 Agustus 2026. MIN 19 Aceh Timur melaksanakan kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying sebagai salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik, dewan guru, serta tenaga kependidikan MIN 19 Aceh Timur. Sosialisasi disampaikan oleh Rahmad Rezeki Nasution, S.Pd.I., selaku Koordinator Kesiswaan MIN 19 Aceh Timur.

Dalam kegiatan tersebut, peserta didik diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk bullying, baik berupa ejekan, penghinaan, pengucilan, intimidasi, kekerasan fisik, maupun tindakan melalui perkataan dan perbuatan yang dapat menyakiti orang lain.

Selain membahas dampak buruk bullying terhadap korban, kegiatan ini juga mengaitkan perilaku saling menghormati dengan ajaran Islam. Salah satu hadis Nabi Muhammad ﷺ yang disampaikan dalam sosialisasi adalah:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menjadi salah satu landasan penting dalam mengajarkan kepada peserta didik bahwa seorang Muslim hendaknya menjaga lisan dan perbuatannya agar tidak menyakiti, merendahkan, menghina, ataupun melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

Dalam penyampaiannya, Rahmad Rezeki Nasution, S.Pd.I. mengajak seluruh peserta didik untuk menerapkan pesan hadis tersebut dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan madrasah. Menjaga lisan berarti tidak mengejek, mencela, memanggil teman dengan julukan yang menyakitkan, menyebarkan aib, maupun mengucapkan kata-kata yang dapat merendahkan orang lain. Sementara menjaga tangan dan perbuatan berarti tidak melakukan kekerasan, intimidasi, maupun tindakan lain yang dapat menyakiti teman.

“Islam mengajarkan kita untuk menjaga lisan dan tangan agar tidak menyakiti orang lain. Karena itu, jangan sampai perkataan dan perbuatan kita menjadi sebab teman merasa sedih, takut, atau tertekan. Mari kita menjadi teman yang saling menghargai, saling membantu, dan saling menjaga,” pesan Rahmad Rezeki Nasution, S.Pd.I.

Peserta didik juga diajak untuk berani mengatakan “tidak” terhadap bullying, tidak ikut-ikutan melakukan perundungan, serta segera melaporkan kepada guru apabila melihat atau mengalami tindakan bullying.

Melalui kegiatan ini, MIN 19 Aceh Timur berharap tumbuh kesadaran bersama di kalangan peserta didik dan seluruh warga madrasah bahwa menciptakan lingkungan yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh warga madrasah.

Dengan mengamalkan nilai-nilai agama dan membangun budaya saling menghormati, MIN 19 Aceh Timur berkomitmen untuk terus mewujudkan madrasah yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, dan bebas dari bullying.

Mari Bersama Cegah Bullying!

Jaga lisan, jaga tangan, hargai teman, dan jadikan MIN 19 Aceh Timur sebagai madrasah yang aman dan menyenangkan bagi semua.

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *